KOMPOSISI JENIS TUMBUHAN PAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis Raffles 1821) DI ARBORETUM BAMBU KAMPUS IPB DRAMAGA
Academic, Lingkungan January 3rd, 2012
Follow@dkpradipta-Kampus IPB Darmaga sebagai kampus biodiversitas memiliki keaneragaman hayati yang tinggi, terutama satwaliar yang tersebar di beberapa tipe habitat. Adanya keanekaragaman tersebut memiliki peran yang penting untuk menjaga keseimbangan ekologi di kampus. Salah satu satwaliar yang terdapat di sini adalah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dari genus Macaca yang dapat ditemukan di Arboretum Bambu. Arboretum Bambu yang menjadi habitat bagi monyet ekor panjang ini digunakan sebagai tempat makan, minum, dan tempat berlindung (cover).
Arboretum Bambu yang terletak di Kampus IPB Darmaga merupakan habitat bagi Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Vegetasi yang ada di Arboretum Bambu diantaranya seperti bambu (Bambusea sp.), pohon belimbing (Averroa carambola), pohon krey payung (Filicium decipiens), pohon rambutan (Nephelium lappaceum), pohon sengon (Paraserianthes falcataria), sawit (Elaeis guineensis) dan karet (Hevea brasiliensis) serta aliran sungai kecil di sekitar tegakkan karet pinggir Arboretum Bambu.
Fungsi pakan sangat erat hubungannya dengan kehidupan satwaliar terutama Macaca fascicularis. Dalam kehidupan Macaca fascicularis pakan merupakan tonggak utama dalam kehidupan guna berkembangbiak. Menurut Fooden (1969), sub spesies Macaca fascicularis yaitu long tailed macaque mempunyai habitat di daerah pegunungan. Berbeda dengan sub spesies crab eating macaque yang berhabitat di daerah pantai. Karena habitatnya yang berada di daerah pegunungan, monyet ekor panjang tersebut cenderung memakan dedaunan dan buah-buahan yang berada di pegunungan. Menurut Hadinoto (1993), kebutuhan pakan monyet ekor panjang setiap ekor perhari sebanyak 4% dari bobot tubuhnya, serta memerlukan air untuk minum sebanyak 1 liter per ekor setiap harinya.
Monyet ekor panjang termasuk jenis satwa omnivora. Menurut Roonwal dan Mohnot (1977) kera ini sangat bergantung pada tumbuhan, terutama buah sebagai sumber pakannya; namun, bila tersedia dapat saja mereka makan Crustaceae dan Moluska serta makan serangga. Bila dirinci berdasarkan bagian tumbuhan yang dimakan, maka menurut Aldrich-Blake (1980) dapat diketahui komposisi pakan Monyet ekor panjang sebagai berikut: 57 % bagian reproduksi tumbuhan, 19,0 % bagian vegetatif tumbuhan , dan selebihnya (23,3 %) bahan lain (misalnya seranga). Khusus untuk jenis tumbuhan dilaporkan pula bahwa 61 % sumber pakan berasal dari pohon dan 39 % berasal dari tumbuhan merambat (Hasanbahri, dkk 1996)
Bila dibandingkan dengan habitat alaminya di hutan alam, Arboretum bambu yang berada dalam wilayah kampus IPB darmaga, dekat dengan pemukiman warga, dan sedang dilaksanakannya beberapa proyek pembangunan membuat kondisi yang tidak stabil dan mengganggu aktivitas dari Monyet ekor panjang itu sendiri. Kondisi ini yang menarik untuk diteliti mengapa satwa Monyet ekor panjang masih mampu hidup dan berkembang biak. Walaupun, di arboretum bambu masih tersedianya tegakan karet, bambu, dan belimbing yang tampak selalu hijau. Atas dasar tersebut, pengamatan dilakukan terhadap jenis tumbuhan yang merupakan sumber pakan bagi Monyet ekor panjang.
Kondisi Habitat
Dari pengamatan yang telah dilakukan diketahui vegetasi yang ada di Arboretum Bambu diantaranya seperti bambu (Bambusea sp.), belimbing (Averroa carambola), krey payung (Filicium decipiens), sengon (Paraserianthes falcataria), sawit (Elaeis guineensis) dan karet (Hevea brasiliensis) serta aliran sungai kecil di sekitar tegakkan karet pinggir Arboretum Bambu. Kondisi arboretum yang seperti ini sangat cocok sebagai habitat dari Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) karena memiliki komponen-komponen yang sangat dibutuhkan yakni cover, tempat makan dan minum.
Komposisi Jenis Tumbuhan Pakan
Jenis tumbuhan yang dijumpai di lokasi pengamatan ada sekitar 8 jenis yang termasuk dalam 7 famili. Famili yang terdapat di Arboretum Bambu ialah Euphorbiceae (Hevea brasiliensis), Dipterocarpaceae (Shorea sp.), Sapindaceae (Filicium decipiens, Nephelium lappaceum).
Menurut (Hasanbahri, dkk 1996) diketahui bahwa bagian buah ternyata merupakan sumber pakan yang paling disukai oleh Monyet ekor panjang, kemudian diikuti bagian lain yaitu daun dan tangkai. Bagian-bagian tumbuhan tersebut disukai karena memiliki syarat yang diperlukan, yaitu daya kandungan air dan protein tinggi, penyebarannya tinggi, serta penyebaran jenis tumbuhan tersebut berada dalam daerah jelajah harian Monyet ekor panjang. Hal ini bertentangan dengan pengamatan yang telah dilakukan terhadap monyet ekor panjang di arboretum bambu. Hasil menunjukkan bahwa bagian daun (54%) ternyata paling disukai oleh monyet ekor panjang dibandingkan dengan bagian buah (25%) dan pangkal daun (21%).
Kondisi ini disebabkan karena habitat di arboretum bambu yang didominasi oleh tumbuhan dedaunan seperti karet dan bambu. Selain itu, buah yang menjadi pakan monyet ekor panjang tergantung dari saat atau musim buah dihasilkan seperti belimbing dan rambutan. Hal ini dapat disebabkan karena waktu pengamatan yang bertepatan pada saat tidak terjadinya musim berbuah. Khusus untuk jenis sawit, produksi buah hampir tersedia sepanjang tahun, terkecuali saat kemarau panjang. Sedangkan jenis penghasil buah seperti belimbing dan rambutan hanya tersedia saat musim buah.
Andi Dicky Pradipta (E34100025)
Mahasiswa S1, Departemen KSHE
Fakultas Kehutanan
Institut Pertanian Bogor


About

